
NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak merupakan salah satu syarat penting untuk memenuhi berbagai kewajiban perpajakan, seperti pembayaran pajak atau pengajuan kredit. NPWP bisa didapatkan dengan cara membuatnya langsung di kantor pajak atau bisa juga membuat NPWP melalui jasa NPWP.
Ketika membuat NPWP sebaiknya jangan melakukan kesalahan yang dapat menyebabkan proses pendaftaran tertunda. Pada artikel ini akan dijelaskan secara lengkap tentang kesalahan-kesalahan umum yang biasanya dilakukan ketika daftar NPWP.
Macam-macam Kesalahan yang Dilakukan Saat Membuat NPWP

Banyak masyarakat yang tidak berhasil membuat NPWP karena saat melakukan pendaftaran berbuat kesalahan. Berikut ini contoh-contoh kesalahan yang umumnya dilakukan saat pendaftaran NPWP.
Tidak Memahami Jenis-jenis NPWP
Masih ada banyak masyarakat yang tidak tahu dan tidak paham jenis-jenis NPWP yang ada di Indonesia. Ketidaktahuan ini menyebabkan timbulnya kesalahan yang menimbulkan dampak negatif untuk wajib pajak. Contoh kesalahannya adalah mengajukan NPWP yang tidak sesuai kebutuhan.
Kalau sampai membuat NPWP yang salah nantinya akan kesulitan saat melakukan pelaporan pajak atau pengajuan kredit di layanan perbankan dan layanan pembiayaan. Jadi ada baiknya untuk mempelajari jenis-jenis NPWP yang ada saat ini agar tahu jenis NPWP apa yang harus dibuat.
Tidak Mengecek Data Sebelum Pendaftaran
Kesalahan umum lainnya yaitu tidak mengecek data badan usaha atau data pribadi sebelum melakukan proses pendaftaran NPWP. Ada banyak orang yang lebih memilih mengisi formulir pendaftaran dibandingkan mengecek data yang dimasukkan sudah lengkap atau belum.
Biasanya kesalahan ini dilakukan akibat kurangnya pemahaman mengenai data-data pribadi yang wajib diisi atau dikarenakan kecerobohan ketika mengisi formulir. Dampak buruk yang bisa dihadapi dari kesalahan ini adalah proses verifikasi tidak bisa berjalan dengan lancar dan NPWP yang dibuat tidak sesuai dengan data asli.
Untuk memperbaiki permasalahan ini, Anda harus melakukan pengajuan perubahan data yang memakan biaya dan waktu. Jadi kalau tidak mau menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk mengajukan perubahan sebaiknya teliti data yang sudah dimasukkan.
Salah Mengisi Formulir
Formulir pendaftaran NPWP wajib diisi dengan benar agar proses pendaftaran tidak mengalami hambatan. Namun pada kenyataannya masih banyak sekali wajib pajak yang salah mengisi formulir sehingga mengalami banyak hambatan ketika proses pendaftaran berlangsung. Umumnya kesalahan ini terjadi karena wajib pajak tidak membaca dan memahami petunjuk pengisian formulir pendaftaran.
Selain itu, bisa juga dikarenakan menggunakan data palsu atau tidak resmi dan melakukan kesalahan penulisan huruf atau angka. Kalau melakukan kesalahan seperti ini nantinya pengajuan pembuatan NPWP akan ditolak dan bisa terlibat masalah hukum.
Melampirkan Dokumen Tidak Lengkap
Masih banyak wajib pajak yang tidak melampirkan dokumen yang lengkap dan sesuai dengan aturan. Harusnya wajib pajak melampirkan semua dokumen pendukung yang dibutuhkan, seperti surat keterangan domisili, dokumen badan usaha dan KTP.
Biasanya wajib pajak yang melakukan kesalahan ini tidak terlalu memahami dokumen persyaratan untuk pembuatan NPWP. Kalau sampai dokumennya kurang lengkap nantinya pengajuan bisa tertunda atau ditolak dan proses verifikasi bisa menjadi lebih lama.
Selain itu, wajib pajak juga bisa terkena sanksi administratif. Kalau tidak ingin merasakan dampak-dampak seperti ini sebaiknya pelajari dan pahami dokumen-dokumen yang dibutuhkan sebelum melakukan pendaftaran.
Menggunakan Data Tidak Valid atau Palsu
Menggunakan data tidak valid atau data palsu merupakan salah satu kesalahan fatal yang masih banyak dilakukan wajib pajak. Alasan utama wajib pajak memakai data palsu karena tidak mau repot mengurus dokumen asli dan tidak merasa takut ketahuan menggunakan dokumen palsu.
Kalau sampai ketahuan memakai dokumen palsu maka NPWP yang sudah dikeluarkan bisa dibatalkan dan wajib pajak bisa terkena pidana perpajakan atau sanksi administratif. Kalau memang tidak ada niatan mengurus dan mempersiapkan dokumen asli sebaiknya gunakan layanan jasa NPWP yang dapat membantu mengurus dokumen-dokumen penting untuk kebutuhan pembuatan NPWP.
Tidak Menyimpan Bukti Pengajuan
Setelah selesai mengajukan NPWP masih banyak yang tidak menyimpan bukti pengajuan sebagai dokumen pendukung dan referensi apabila diperlukan. Wajib pajak tidak menyimpan bukti ini karena menganggap tidak terlalu penting atau lupa menyimpannya.
Meskipun kesalahan ini tidak langsung berdampak pada proses pembuatan tapi bisa sangat menyulitkan wajib pajak ketika terjadi kendala saat verifikasi. Tanpa adanya bukti ini, proses verifikasi akan sulit dilakukan karena tidak ada dokumen yang menjelaskan bahwa wajib pajak sudah melakukan pengajuan.
Tidak Melakukan Verifikasi dan Konfirmasi
Setelah pendaftaran sudah dilakukan, wajib pajak harus melakukan proses verifikasi dan melakukan konfirmasi untuk bisa menyelesaikan proses pendaftaran. Meskipun menjadi sebuah keharusan, tapi ada beberapa wajib pajak yang mengabaikan dan tidak melakukan proses verifikasi.
Penyebabnya dikarenakan tidak memantau nomor telepon atau email yang dipakai untuk pengajuan dan menganggap proses verifikasi dilakukan secara otomatis. Meskipun kesalahan ini terdengar sepele tapi dampaknya cukup buruk yaitu NPWP yang dibuat akan lama diterbitkan atau tidak aktif setelah diterbitkan.
Selain itu, mengabaikan proses verifikasi juga dapat menyebabkan keterlambatan dalam memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak. Kalau sampai melakukan hal ini nantinya wajib pajak akan terkena sanksi hukum.
Tidak Melakukan Perubahan Data Setelah NPWP Diterbitkan
Setelah kantor pajak menerbitkan NPWP, wajib pajak harus mengganti data-data yang tercantum di NPWP sesuai aturan yang berlaku saat ini. Tapi pada kenyataannya, masih ada wajib pajak yang lalai atau lupa melakukan perubahan data ketika data yang ada di kartu identitas mengalami perubahan.
Contohnya perubahan alamat, status, profesi dan lain sebagainya. Wajib pajak mengabaikan hal ini karena tidak tahu betapa pentingnya update data ketika informasi atau data pribadi mengalami perubahan. Dampak paling buruk dari kesalahan ini adalah mengalami masalah saat membayar pajak dan terkena sanksi administratif.
Cara Mudah dan Cepat Membuat NPWP
Apabila Anda ingin membuat NPWP dengan mudah dan cepat tanpa harus memikirkan kesalahan-kesalahan yang mungkin akan Anda lakukan di masa depan sebaiknya manfaatkan layanan jasa pembuatan NPWP. Dengan memakai jasa ini, Anda tidak harus pergi ke kantor pajak untuk mengurus pendaftaran dan proses verifikasi.
Anda cukup mengakses website resmi milik penyedia jasa untuk menggunakan layanan yang tersedia. Saat menggunakan layanan jasa ini, Anda cukup menyertakan dokumen persyaratan pembuatan NPWP saja yaitu Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk. Anda bisa mengirimkan foto atau scan KTP dan KK ke email penyedia jasa.
Setelah mendapatkan dokumen persyaratan, penyedia jasa akan langsung melakukan pendaftaran. Untuk menyelesaikan pendaftaran sampai akhirnya NPWP diterbitkan hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam saja.
Kalau tertarik menggunakan layanan jasa NPWP, Anda cukup mempersiapkan uang sebesar 80 ribu saja. Anda tidak perlu takut rugi menggunakan jasa ini karena ada jaminan garansi keberhasilan yang dapat melindungi Anda ketika proses pembuatan NPWP mengalami kegagalan.
